HUT TNI ke-81, Dosen Unpam Soroti Modernisasi Alutsista dan Kemandirian Teknologi Pertahanan

Daerah 05 Oct 2026 19:42 • 3 min read • 75 views • By Redaksi Starapos

Share berita ini

HUT TNI ke-81, Dosen Unpam Soroti Modernisasi Alutsista dan Kemandirian Teknologi Pertahanan
Dosen Teknik Mesin Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan, Thohirudin, S.H., S.T., M.M., C.T.M.P., menilai peran TNI dalam menjaga kedaulatan negara perlu terus diperkuat seiring perkembangan teknologi pertahanan dan dinamika geopolitik global.

 

TANGERANG SELATAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran TNI dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan stabilitas nasional.

 

Selain menjalankan tugas pokok pertahanan negara, TNI juga memiliki peran dalam menghadapi berbagai tantangan nonmiliter, termasuk penanggulangan bencana, pengamanan wilayah perbatasan, serta pelaksanaan operasi militer selain perang (OMSP).

 

Dosen Teknik Mesin Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan, Thohirudin, S.H., S.T., M.M., C.T.M.P., menilai peran TNI dalam menjaga kedaulatan negara perlu terus diperkuat seiring perkembangan teknologi pertahanan dan dinamika geopolitik global.

 

Menurutnya, memasuki usia ke-81, penguatan kapasitas TNI tidak hanya berkaitan dengan jumlah personel dan alutsista, tetapi juga kemampuan menguasai teknologi serta membangun kemandirian industri pertahanan nasional.

 

"TNI telah membuktikan diri sebagai pilar penopang kedaulatan negara yang sangat tangguh. Kendati demikian, guna menghadapi era cyber warfare dan perang asimetris, pengadaan serta pemeliharaan Alutsista tidak bisa sekadar mengandalkan pembaruan unit, melainkan harus berbasis pada penguasaan teknologi, kemandirian industri pertahanan dalam negeri, dan efisiensi manajemen perawatan (maintenance management)," ujar Thohirudin.

 

Ia mengatakan, perkembangan teknologi militer yang semakin pesat menuntut adanya strategi modernisasi alutsista yang terencana dan berkelanjutan. Penguatan kemampuan pertahanan juga perlu diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan dan mengembangkan teknologi tersebut.

 

Thohirudin juga mendorong peningkatan sinergi antara TNI, perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri pertahanan nasional. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat membuka ruang bagi pengembangan teknologi pertahanan dalam negeri, termasuk rekayasa dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia.

 

"Sinergi antara TNI dan dunia akademisi atau riset teknik perlu terus ditingkatkan untuk mendorong rekayasa balik (reverse engineering) maupun inovasi teknologi pertahanan lokal. Dengan demikian, ketergantungan pada Alutsista impor dapat diminimalisasi secara bertahap," katanya.

 

Ia menyebut setidaknya terdapat sejumlah langkah strategis yang perlu mendapat perhatian dalam penguatan pertahanan nasional.

 

Pertama, modernisasi Alutsista berbasis teknologi terdepan, termasuk pengembangan sistem pertahanan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), teknologi siber, serta pesawat nirawak atau drone.

 

Kedua, penguatan kemandirian industri pertahanan melalui peningkatan kerja sama riset dan pengembangan antara TNI, industri pertahanan, serta perguruan tinggi.

 

Ketiga, peningkatan kesejahteraan dan kapasitas prajurit, khususnya melalui pelatihan berbasis teknologi modern dan pemenuhan sarana pendukung bagi personel yang bertugas di wilayah perbatasan dan daerah terluar.

 

Thohirudin berharap momentum HUT ke-81 TNI dapat menjadi pengingat pentingnya membangun kekuatan pertahanan yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.

 

"Dirgahayu TNI ke-81. Bersama rakyat, TNI kuat, profesional, dan siap membawa Indonesia menuju pertahanan kelas dunia," pungkasnya.

Red

Ad
Donasi
STARAPOS

Recent Articles

Popular Articles