Mahasiswa Soroti Kerusakan Akses Jalan di Dusun II Sigubo, Desak Pemerintah Segera Alokasikan Anggaran Rp50 Juta
Mahasiswa Soroti Kerusakan Akses Jalan di Dusun II Sigubo, Desak Pemerintah Segera Alokasikan Anggaran Rp50 Juta
Tapanuli Tengah – Kerusakan akses jalan di lima titik Dusun II Sigubo, Desa Jago-Jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi perhatian masyarakat karena dinilai menghambat aktivitas sehari-hari.
Kondisi jalan yang semakin memburuk berdampak pada mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses anak-anak menuju sekolah. Berdasarkan perkiraan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp50 juta untuk memperbaiki lima titik jalan yang mengalami kerusakan.
Sorotan tersebut disampaikan oleh Firman Harefa, mahasiswa asal Kabupaten Tapanuli Tengah. Ia menilai bahwa infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas pembangunan karena memiliki pengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Firman berharap Kepala Desa Jago-Jago, Laili Fitri Purba, bersama Pemerintah Desa Jago-Jago, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperjuangkan perbaikan jalan tersebut melalui pengalokasian anggaran yang memadai.
Menurut Firman, kerusakan jalan di Dusun II Sigubo telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang optimal. Akibatnya, masyarakat harus menghadapi kesulitan saat melintasi jalan, terutama ketika musim hujan yang membuat kondisi jalan semakin licin dan berbahaya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh akses transportasi yang layak dan aman. Jalan yang rusak, menurutnya, dapat menghambat distribusi hasil pertanian, meningkatkan risiko kecelakaan, memperlambat pelayanan kesehatan, mengganggu aktivitas pendidikan, serta menghambat roda perekonomian desa.
Selain itu, apabila kerusakan terus dibiarkan, biaya perbaikan di masa mendatang diperkirakan akan semakin besar.
Firman mendorong Pemerintah Desa Jago-Jago, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, serta pihak-pihak terkait untuk segera berkoordinasi dalam mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 juta guna memperbaiki lima titik jalan yang rusak. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses pembangunan agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.
Pernyataan Firman Harefa
"Infrastruktur jalan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Ketika akses jalan rusak, bukan hanya kendaraan yang terhambat, tetapi juga aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Pemerintah harus menjadikan persoalan ini sebagai prioritas, bukan menunggu hingga kerusakan semakin parah. Anggaran Rp50 juta untuk memperbaiki lima titik jalan merupakan investasi bagi kesejahteraan masyarakat Dusun II Sigubo."
Firman berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap aspirasi masyarakat dengan mempercepat proses perencanaan dan penganggaran perbaikan jalan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat desa.
VVG
Related Articles