PII Pangatikan Gelar Nobar Film Dokumenter, Dorong Kepedulian Pelajar Garut terhadap Isu Lingkungan
STARAPOS.COM | KABUPATEN GARUT — Pengurus Komisariat Pelajar Islam Indonesia (PII) Kecamatan Pangatikan periode 2025–2026 menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di Villa Abah, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 50 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Garut. Selain pemutaran film, acara juga menghadirkan pemantik diskusi untuk mengulas persoalan kerusakan lingkungan yang menjadi tema utama dalam dokumenter tersebut.
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan masih besarnya perhatian pelajar terhadap isu-isu nasional, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup, sekaligus menjadi gambaran semangat generasi muda dalam mengikuti kegiatan edukatif.

Film dokumenter Pesta Babi dipilih sebagai media refleksi untuk mendorong kesadaran pelajar terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. Melalui forum diskusi, peserta juga diajak memperluas perspektif mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Dalam sesi diskusi, peserta memperoleh pemahaman mengenai peran manusia sebagai khalifah di muka bumi, yang memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan antara kebutuhan hidup dan keberlanjutan lingkungan.

Selain menjadi ruang belajar bersama, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat solidaritas antar pelajar melalui dialog yang terbuka dan membangun, serta mendorong lahirnya generasi muda Garut yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan di Indonesia.
Ketua Pelaksana kegiatan, Sendi Putra Hasbulah, menyampaikan bahwa persoalan perusakan lingkungan bukan hanya berdampak pada wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
“Kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh segelintir pihak dapat menimbulkan dampak bagi banyak orang. Salah satu contohnya adalah bencana banjir yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara eksploitasi alam dan upaya pemulihan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mengajak pelajar untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam kegiatan positif menjadi langkah penting untuk membangun wawasan kebangsaan dan kesadaran kolektif terhadap masa depan lingkungan.
Red